Powered by Blogger.

Harga Sapi limosin berat 450-700KG




Sapi ini sendiri sebenarnya berasal dari Negara prancis dan berhasil di kembangkan dengan baik hingga ke Negara kita, 
dan sekarang untuk mendapatkan sapi ini cukup mudah, dan jenis sapi ini adalah jenis sapi pedaging dan memiliki otot 
yang sangat bagus sehingga berat bisa mencapai 1 ton lebih per ekornya, umumnya untuk rata rata berat pada sapi betina 
limosin mencapai 527 kg/ekor dan berat untuk sapi jantan mencapai 1100 kg/kg.

Harga update untuk sapi limosin 2016

450-500kg tersedia 3 ekor lagi (27.500.000)

650-700kg tersedia 3ekor  lagi (38.500.000)





IBADAH QURBAN DALAM AL-QUR’AN

IBADAH QURBAN DALAM AL-QUR’AN
(Ibadah Keikhlasan, Kepasrahan dan Ketaqwaan)

Kata qurban berasal dari bahasa Arab yaitu “qaruba-yaqrubu-qurban, qurbanan",  yang artinya dekat. (Kamus Al-Bisri,1999).  Maksudnya ialah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Adapun pengertian secara istilah qurban adalah penyembelihan hewan dalam rangka ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt yang dilakukan pada waktu tertentu. Ibadah qurban disyariatkan pada tahun ketiga hijrah, sama halnya dengan zakat dan shalat hari raya.  (Terjemahan Fiqih Islam wa Adillatuhu, 2011).

Ibadah qurban ini syariatkan dalam Islam dan telah diceritakan dalam beberapa ayat dalam al-Quran, seperti surat al-Kautsar ayat 2.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah  shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). 
Dalam surat al-Maidah ayat 27 :

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka (qurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”

Ibadah Qurban yang dulu dilakukan kedua anak Nabi Adam as  Qabil dan Habil adalah perintah Allah Swt untuk mengetahui siapa di antara keduanya yang ikhlas dalam beramal. Keduanya  diuji oleh Allah untuk berqurban sebagai syarat utama untuk menikahi saudara kembar mereka secara silang. Qabil harus menikahi Labuda adik Habil, sedangkan Habil harus menikahi Iklima adik Qabil. Perintah menikah secara silang ini tidak diterima Qabil dengan alasan  ia lebih mencintai Iklima yang lebih cantik dari Labuda adik Habil. Kemudian Allah Swt memerintahkan Nabi Adam as untuk menguji kedua anaknya itu dengan  berqurban dari hasil usaha mereka masing-masing. Qabil berqurban dari hasil perkebunannya dengan buah yang  kurang baik, sedangkan Habil berqurban dengan hewan ternak yang gemuk. Dari sinilah Allah Swt mengetahui keikhlasan dan kepasrahan antara keduanya, yang akhirnya Allah menerima qurban Habil.

Habil seorang yang shalih dan qurbannya diterima oleh Allah karena ketakwaannya. Ia berkata kepada Qabil ketika diancam mau dibunuhnya, “Sungguh, kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, maka aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu”. Maksud perkataan Habil di sini ialah bahwa ia tidak akan membalas perbuatan Habil yang rusak itu dengan perbuatan yang sama, sehingga ia akan sama-sama berdosa. Karena itu disebutkan dalam hadis Nabi saw yang berbunyi :

« إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِى النَّارِ ». قَالَ فَقُلْتُ أَوْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ « إِنَّهُ قَدْ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ ».رواه بخاري ومسلم

“Jika dua orang muslim yang saling berhadapan dengan pedang masing-masing, maka yang membunuh dan yang terbunuh masuk Neraka”. Ditanya, wahai Rasulullah, yang membunuh wajar (masuk Neraka)? Beliau menjawab, “Karena ia juga berkeinginan untuk membunuh sahabatanya”. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 3, 2013).

Kisah lain ialah qurban yang dilakukan Nabiullah Ibrahim as dan putranya Ismail  diceritakan dalam Al-Quran surat as-Saffat ayat 102-107 yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".   Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.  Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.  Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”.

Ketulusan dan kepasrahan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail untuk melaksanakan perintah Allah tidak diragukan.  Iblis  selalu berusaha untuk menggodanya, namun Ibrahim tetap kuat dan kukuh untuk melaksanakan perintah Allah walaupun hanya lewat mimpi (ru’yah shadiqah). Dengan ketabahan, ketulusan, dan tawakkal kepada Allah, ia melaksanakan perintah tersebut dengan penuh keyakinan, kepasrahan dan keikhlasan.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, “Ketika Ibrahim as diperintahkan untuk mengurbankan anaknya, syaitan menghadangnya ditempat sa’I (berlari-lari kecil) dan ingin mendahuluinya, tetapi Ibrahim lebih dulu sampai. Kemudian Malaikat Jibril membawanya  menuju Jumratul ‘Aqabah, di sini syaitan menghadang, lalu ia lempar dengan tujuh buah kerikil. Kemudian ia melanjutkan perjalanan hingga syaitan menghadang di Jumratul Wustha, ia lempar syaitan itu dengan tujuh buah kerikil". (Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 7, 2013).

Sebenarnya penyembelihan qurban atas nama Allah disyariatkan pada umat-umat sebelumnya.  Allah Swt berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ (34) الحج

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”. 

Rasulullah Saw melaksanakan qurban pada saat melaksanakan haji Wada’di Mina. Beliau berqurban 100 ekor unta, 70 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan 30 ekor disembelih oleh Ali bin Abi Thalib. Ibadah  qurban beliau ini difirmankan Allah dalam surat Al-Hajj ayat 36 yang artinya : Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak  padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.  Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. 

Berqurban pada hakikatnya adalah bentuk pengabdian dan kepasrahan seorang hamba dalam melaksanakan perintah Allah Swt. Hanya orang-orang yang bertakwa  serta ikhlas sajalah yang akan diterima qurbannya oleh Allah Swt. (Syahruddin El-Fikri;  Republika, 2010).

Allah berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37) الحج

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.  Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik” . (Al-Hajj:37).

Dalam ayat di atas Allah Swt menyatakan bahwa tujuan disyari’atkan penyembelihan hadyu-hadyu dan hewan-hewan qurban ini tidak lain agar semua hamba mengingat-Nya saat menyembelihnya. Sebab Allah-lah yang menciptakan dan yang memberi rizki. Dia tidak mendapatkan sedikit pun dari dagingnya tidak pula dari sembelihan tersebut sebab memang Dia tidak membutuhkannya. Allah Swt Mahakaya dari apa pun selain-Nya. Akan tetapi yang sampai kepada Allah Swt hanyalah keihklasan dan ketakwaan sehingga Dia memberi balasan dan pahala kepada yang hamba-Nya yang berqurban. Siapa pun dia Allah Swt tidak akan melihat seseorang karena kekayaannya, berapa jumlah hewan yang diqurbankan dan bagaimana status sosialnya, akan tetapi Dia melihat hati dan amalnya.  Disebutkan dalam hadis :


إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ  - رواه مسلم

“Sesunggunya Allah tidak memandang bentuk badanmu dan tidak pula bentuk rupamu, akan tetapi Dia memandang hatimu” (Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 6, 2013).

Oleh karenanya Allah Swt menganjurkan untuk ikhlas pada saat menyembelih  qurban. Tujuannya mencari ridha Allah, bukan untuk membanggakan diri, riya’, pamer, sum’ah atau yang lainnya. Allahu a’lam .



Sumber Bacaan 
1. Shahih Tafsir Ibnu Katsir
2. Tafsir Al-Qur’an As-Sa’di
3. Fiqh Islam wa Adillatuhu
4. Koran Republika, 2010
5. Dikutip dari http://al-mukmin.com/

Tabungan Qurban Cerdas

Tabungan Qurban Cerdas

Kami kembali hadir untuk melayani insan di wilayah JaBoDeTaBek untuk ber- Qurban dengan biaya HEMAT & Mengutamakan Kualitas HEBAT.



KEUNGGULAN PRODUK TQC:
1. Harga Terjangkau, mulai dari 1,7juta-an
2. Gratis Biaya Pengiriman Hewan Qurban
3. Kualitas Hewan Qurban Terjamin, ada DOKTER hewan yang stand by setiap hari
4. Cara bayar yang Mudah, tinggal transfer
5. Semua Hewan TQC hasil dari Petani Lokal Import
6. Sebagian Keuntungan kami Infaq kan untuk kepentingan Dakwah & Ummat 
7. GRATIS Penitipan sampai waktu kirim Hewan
8. Melayani Pemotongan & Menyalurkan Qurban bagi yang membutuhkan 

Tinggal Transfer, Qurban Dianter

Berikut List Harga Hewan Qurban TQC Tahun 1437 H
Berlaku sampai 17 Agustus 2016
Kambing:
K1 ± 35 kg : Rp 2,600,000
K2 ± 40 kg : Rp 2,950,000
Tersedia sampai 80 kg

Domba:
D1 ± 17 kg : Rp 1,785,000
D2 ± 20 kg : Rp 1,995,000
D3 ± 25 kg : Rp 2,150,000
D4 ± 30 kg : Rp 2,400,000
D5 ± 35 kg : Rp 2,600,000
D6 ± 40 kg : Rp 2,950,000
Tersedia sampai 80 kg

Sapi:
S1 ± 210-250 kg : Rp 13,999,500
S2 ± 260-275 kg : Rp 15,400,000
S3 ± 280-300 kg : Rp 16,900,000
S4 ± 310-330 kg : Rp 17,600,000
S5 ± 335-350 kg : Rp 19,600,000
S6 ± 355-375 kg : Rp 20,800,000
S7 ± 380-400 kg : Rp 23,700,000
Tersedia sampai 1,2 ton

Sapi per Kg? BISA
Kami melayani pembelian sistem timbang untuk bobot > 400 kg. Untuk info lengkapnya, silahkan hubungi kami.

CP:
irulpasha 0813-18914859

Tabungan Qurban Cerdas

Labels